Selasa, 30 Mei 2017

Strategi Bisnis



Berpikir kritis
Ada orang yang cinta akan pikiran kritis. Dan bila digabungkan dengan fokus terhadap bidang yang sedang digeluti, maka hasilnya adalah produktivitas. Jadilah pengusaha di bidang tertentu, yang bakal dijalankan sesuai minat, dengan pikiran kritis, serta fokus terhadap tantangan yang ada di depan mata.
Berani mengambil resiko
Mengambil resiko dengan beberapa pendekatan baru patut dilakukan, bahkan untuk perusahaan kecil sekali pun. Keberanian mengambil resiko akan berbuah manis, terutama bila dibarengi dengan kerja keras.
Berpikir terbuka
Setiap bisnis memiliki karakteristik tersendiri, dan tugas pengelolanya adalah untuk mengetahui karakteristik yang muncul. Mulailah untuk berpikir secara terbuka serta mengambil perspektif berbeda, guna membuat ide-ide yang muncul menjadi nyata.
Berpikir tajam serta fokus
Keterbukaan dalam berpikir menjadi kunci bagi siapa pun yang ingin memulai ide bisnis tertentu. Ini akan membantu seseorang mencari perspektif yang berbeda dari sebuah ide bisnis. Selain itu, lihatlah segala macam aspek dalam sebuah ide bisnis dan jangan hanya melihat situasi yang enak saja. Selalu ada kepahitan dalam segala hal yang indah.
Jadilah orang yang oportunis
Menjadi seorang oportunis bukanlah yang buruk. Artinya ia bisa melihat peluang di dalam segala hal, dan peluang merupakan hal penting dalam sebuah bisnis.
Jadilah orisinil
Tanamkan ide bahwa individu adalah unik dan memiliki ide kreatif yang berbeda dengan orang lain. Seseorang harus mulai berpikir bahwa kreatifitas yang orisinil selalu lebih baik dibandingkan peniruan yang ingin tampak seperti orang lain.
Bekerja keras
Ini bukanlah sebuah rahasia yang tertutup rapat, melainkan sebuah strategi penting yang mesti dilakukan siapapun yang ingin mengasah kemampuan diri.
Jadi seseorang yang kreatif
Di dalam bisnis, pemasaran adalah segalanya. Selain itu diperlukan kreativitas untuk menciptakan sejumlah peluang bisnis tertentu. Kemampuan berpikir cerdas dan cepat, serta kreatif menjadi elemen strategi bisnis yang harus dicamkan di dalam benak banyak orang.

Kisah Sukses

1. Bob Sadino (ALM)


Terlahir di Lampung, 9 Maret 1939, mendiang pengusaha dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino ini termasuk salah satu pengusaha sukses yang sempat mengalami jatuh-bangun sebelum akhirnya menorehkan kesuksesan besar. Setelah sekitar sembilan tahun menjadi pegawai, Bob memutuskan untuk berhenti dan banting setir menjadi pengusaha. Usaha pertama yang dirintisnya adalah bisnis penyewaan mobil, dengan hanya bermodalkan satu mobil Mercedes dan ia supiri sendiri.
Namun karena musibah kecelakaan yang menimpanya saat mengemudikan mobil yang disewakannya itu, bisnis itupun berhenti di tengah jalan. Tidak putus semangat, ia kemudian beralih profesi sebagai buruh bangunan yang dibayar dengan upah harian. Saat menjadi kuli tersebut, ia melihat adanya peluang bisnis yang lain, bisnis ternak ayam dan telur ayam negeri. Dengan modal pinjaman tetangganya, akhirnya Bob mulai menjalankan bisnis tersebut. Awalnya, Bob menawarkan sendiri dagangannya dari rumah ke rumah di wilayah sekitar tempat tinggalnya, terutama kepada para ekspatriat, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.  Bisnis telurnya tersebut akhirnya berbuah manis dan ia mengembangkan sayap dengan menjual daging dan sayuran hidoponik. Berkat keuletannya, bisnis tersebut sukses dan ia pun mendirikan Kem-Chicks, supermarket ternama yang menjual berbagai macam produk peternakan dan pertanian. Meski sudah sukses, ia tetap tampil sederhana dan kerap kali melayani sendiri para pelanggannya seperti keluarganya sendiri.

2. Reza Nurhilman



Bagi yang belum mengenal nama ini, mungkin Anda lebih mengenal “kripik setan” Maicih. Ya, Reza Nurhilman adalah nama pemuda yang berada di belakang produk keripik singkong ekstra pedas yang populer itu. Reza memulai bisnis keripik singkong ini pada pertengahan 2010 seorang diri saat berusia 23 tahun dengan modal awal 15 juta rupiah. Untuk bisnisnya ini, ia menggandeng satu produsen keripik lokal di Bandung.
Reza mengawali bisnisnya ini dengan melakukan pemasaran sederhana, yakni melalui platform media sosial, Twitter, sebelum mengembangkan sayap dengan menerapkan sistem keagenan yang menggunakan istilah Jenderal agar produknya bisa menggapai konsumen yang lebih luas. Para Jenderal ini memasarkan produknya dengan cara berkeliling atau nomaden.
Pemuda kelahiran Bandung 28 tahun yang lalu ini mengaku kunci kesuksesannya terletak pada cara berpikirnya yang out of the box, yaitu dengan tidak membuka toko seperti kebanyakan penjual sehingga membuat produknya eksklusif.  Melalui Twitter, para jenderal memberitahu informasi lokasi penjualan setiap harinya. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti berhasil mengangkat nama Maicih di dunia maya. Baru setengah tahun saja, omzet Maicih bisa mencapai Rp7 miliar per bulan. Angka yang fantastis, bukan?

3. Merry Riana



Melihat segala pencapaian Merry Riana, tidak mengherankan bahwa banyak orang yang menganggapnya sebagai seorang super-woman. Dengan kombinasi kecantikan dan kecerdasan, Merry telah berhasil meraih banyak pencapaian bahkan sebelum dia berumur 30 tahun. Seseorang yang sangat dihormati dan dikagumi di industri keuangan, Merry mencapai penghasilan satu juta dolar di usia 26 tahun, dan diliput oleh berbagai media massa, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Tetapi, sukses tidak datang dengan mudah untuk Merry. Lahir di Jakarta, dia terpaksa merantau ke Singapura tahun 1998, untuk melanjutkan pendidikannya di Nanyang Technological University (NTU), dan untuk mengungsi dari Indonesia yang sedang dilanda krisis moneter dan kerusuhan pada saat itu.

Merry hanya berbekal seadanya, dengan sejumlah uang yang sangat terbatas, pada saat dia pertama kalinya sampai di Singapura. Untuk memenuhi biaya hidup dan kuliahnya, Merry terpaksa harus berutang pada pemerintah Singapura. Tetapi, ternyata itu pun tidak cukup, dan Merry harus berjuang melalui masa-masa kuliahnya dengan keadaan ekonomi yang sangat memprihatinkan.

Untuk menghemat, Merry menjalani hari-harinya dengan standard kehidupan yang sangat sederhana. Merry harus membiasakan dirinya untuk makan hanya roti tawar, mi instan, dan terkadang bahkan terpaksa untuk tidak makan, karena keadaan keuangan yang tidak mendukung.

Di tengah-tengah perjuangannya untuk kuliah di NTU, yang terkenal dengan standard pendidikan dan disiplinnya yang sangat tinggi, Merry masih harus bekerja part-time sebagai seorang pembagi brosur di jalan, staf di toko bunga, dan pelayan restoran di hotel.

Ketika lulus, Merry sadar bahwa utangnya pada pemerintah Singapura sudah mencapai 40 ribu dolar, atau sekitar 300 juta rupiah. Bertujuan membayar utang-utangnya dan mencapai mimpinya untuk meraih kebebasan finansial, Merry mengambil sebuah keputusan ekstrem untuk menjadi seorang entrepreneur.

Merry tidak memiliki modal, koneksi, dan keahlian apapun. Namun dengan attitude yang positif, ketekunan, dan kerja keras yang luar biasa, Merry akhirnya berhasil membayar lunas semua utangnya dalam waktu 6 bulan dan mencapai kebebasan finansial 4 tahun setelah kelulusannya.

Saat ini, Merry dikenal sebagai seorang pengusaha miliarder, penulis buku terlaris, dan motivator wanita no.1 di Indonesia dan Asia.